
Hadits dari Sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa nabi Shalallahu'alaihi wa sallam bersabda,
أوَّلُ شهرِ رمضانَ رحمةٌ، وأوسَطُه مغفرةٌ، وآخِرُه عِتْقٌ مِنَ النّارِ
“Awalnya bulan ramadhan adalah rahmat, pertengahannya adalah maghfiroh (pengampunan), dan akhirnya terbebaskan dari api neraka”
Derajat hadits diatas:
1. Al-‘Uqailiy (Wafat tahun: 322 H) berkata: Hadits ini tidak ada asalnya dari jalur Az-zuhri, dan beliau rahimahullah memasukkan dalam kitabnya [Ad-duafa' Al kabiir: 2/162]
2. Ibn 'Adiy (Wafat tahun: 365 H) berkata: Seorang perawi yang bernama Maslamah Ibn Sholt seorang yang tidak dikenal [Al-kamil fii ad-dhuafa' 4/325]
3. Al-khatib al Baghdadi (Wafat: 463 H) berkata: Salam Ibn Sulaiman adalah seorang yang dhoif disisi ulama' Hadits [Lihat: Auhamul jama' wa tafriiq 2/147]
4. Ibnu Hajar Al asqolaniy (Wafat: 852 H) menukil perkataan Ibnu 'Adiy: Maslamah Ibn Sholt bukanlah seorang yang diketahui [Lihat: lisanul miizaan 8/59]
5. Al-albani (Wafat: 1420 H) menilai semua jalur hadits ini berkisar antara Mungkar [Lihat: Silsilah dhaifah no: 1569], dan Dhoif jiddan/ sangat lemah [Lihat: Dhoiful jaami' no : 2135]
[Catatan: Sangat diketahui dalam Ilmu jarh wa ta’dil ketika seorang muhaddits mengomentari keadaan seorang rawi dengan istilah “bukan seorang yang diketahui” atau dengan istilah “majhul ‘ain” maka rawi tersebut majruh (dilemahkan) dan haditsnya tidak bisa disandarkan keabsahannya / mardud (ditolak)].
Dan masih banyak penilaian Ulama hadits dari kalangan mutaqoddimin maupun muta'akhirin mengenai derajat hadits diatas, semuanya berkisar antara tidak ada asalnya, Bathil, palsu atau minimalnya dhoif. Karena itulah hadits diatas tidak bisa dijadikan sandaran baik untuk diamalkan ataupun sebagai bahan ceramah.
Wallahu a’lam, wabillahit taufiq. Semoga bermanfaat.