
Jawab:
Alhamdulillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, wa ba’du,
Mengawali dengan Ucapan Basmalah di awal Surat menyurat atau ketika akan chating bersama seseorang tidaklah ada dalil yang shorih menyatakan diperintahkannya, begitu pun tidak ada dalil menyatakan fadhilahnya, sehingga kita tidak bisa menghukumi bahwa mengawali dgn basmalah adalah anjuran atau sunnah, karena tidak ada dalil shorih menyatakan itu.
Adapun dakwaan sebagian orang bahwa dalilnya adalah Suratnya Nabi Sulaiman عليه السلام kepada Ratu Bilqis yang diawali dengan basmalah bukan ucapan salam.
Disini kita tidak boleh telalu cepat mengambil kesimpulan, berkaitan tentang Suratnya Nabi Sulaiman عليه السلام kepada Ratu Bilqis tidak bisa dijadikan dalil yang menunjukan atas Anjuran mengawali surat menyurat dengan basmallah dari pada ucapan salam, Sebab Ratu Bilqis ketika itu bukanlah orang yang beriman sehingga Nabi Sulaiman عليه السلام mengawali suratnya dengan basmalah bukan doa keselamatan (Ucapan salam), dan dengan mengawali ucapan basmalah itu nabi Sulaiman sekaligus ingn mengenali kpd sang Ratu Bilqis yang saat itu belum beriman bahwa tuhannya adalah Allah ﷻ.
Jadi Dalil itu -menurut penulis- justru lebih tepatnya mengajari kepada Umat muhammad shalallahu alaihi wa sallam bahwa mukmin kepada kafir itu tidak mengucapkan salam, namun lebih dianjurkan mengenali tuhannya orang-orang mukmin adalah Allah ﷻ, yaitu dengan menyebut nama allah dgn lafadz basmalah.
Wal hasil, Pada asalnya surat menyurat kpd sesama mukmin itu didahului dengan ucapan salam, dan menggantinya dengan basmalah dengan dalil suratnya nabi sulaiman maka ini perlu diteliti kembali.
Adapun ucapan salam kepada mukmin, Sungguh sudah banyak sekali dalil yang menyatakan fadhilahnya dan Anjurannya, diantaranya dinyatakan bahwa Ucapan salam adalah tanda cinta seorang mukmin kepada saudara mukmin lainnya, termasuk juga ucapan salam adalah tahiyyah yang Allah berikan kepada Ummat Nabi Muhammad ﷺ sebagaimana hadits Masyhur kisah Umair, Rasulullah Shalallahu'alaihi wa sallam bersabda kepadanya,
قد أكرمنا الله بتحية خير من تحيتك يا عمير، السلام تحية أهل الجنة
“Sungguh Allah telah memuliakan kami dengan Ucapan salam yg lebih baik dari ucapan salam-mu wahai Umair, ucapan salam adalah penghormatan para penghuni surga.”
Sehingga ucapan salam dalam mengawali surat menyurat tidak bisa diganti dengan basmalah, Karna fadhilah dan anjuran mengucapkan salam kpd sesama mukmin telah tetap dan disepakati keabsahannya berdasarkan dalil-dalil yang ada. Walaupun hukum asal mengucapkan salam itu dengan lisan namun secara umum tahiyyah kpd seorang mukmin bisa dilakukan dengan lisan maupun tulisan.
Menurut penulis, jika bisa menggabungkan ucapan salam dan basmalah dalam satu surat kemungkinan itu lebih baik, semisal Baris pertama ucapan salam lalu dilanjutkan baris kedua ucapan basmalah. Wallahu a’lam .
Apabila ada seseorang mengucapkan salam kpd kita dengan tulisan, lantas apakah kita wajib membalas ucapan salam orang itu dengan tulisan yang semisal?
Jawabannya, tidak wajib menjawab ucapan salam org lain dgn tulisan dijawab dengan tulisan yg semisal, namun tetap menjawab dengan lisannya karna ucapan salam pada asalnya memang dengan lisan, dan karna menjawab salam itu juga adalah hak bagi mereka yang mengucapkan salam. Jadi jangan terlalu baper (bawa perasaan) kepada saudara kita kalau kita kirim salam dgn tulisan lantas ia tidak menjawab dengan tulisan yg semisal, karena barangkali dia sudah menjawab dengan lisannya, dan itu sudah cukup.
Wallahu aʼlam.
Oleh: Ustadz Fauzan Ichwan, Lc
Artikel: fauzanichwan.com
Posted: Team Editor