
Bau najis yang tersisa ditangan setelah beristinjaʼ (bersuci dari buang hajat) apakah dihukumi najis?
Imam As Suyuti menukilkan ungkapan Imam Syirazi Asy syafi’iy rahimahumallah,
أن المسألة مبنية على مسألة ما لو غسلت النجاسة وبقيت رائحتها -مع العسر - والأرجح فيها الطهارة فكذلك هنا الأرجح طهارة المحل فأما اليد فلم تغسل بعد فهي باقية على النجاسة يجب غسلها
“Permasalahannya, kalau orang tersebut telah berusaha mencucinya tapi ternyata baunya tidak hilang dari tangannya, maka yang rojih adalah kesuciannya, tangan yang masih ada bekas bau maupun tempat yang dibersihkannya dihukumi suci. Adapun kalau tangannya belum dicuci maka masih najis, wajib dicuci untuk menghilangkan najisnya” [Sumber lihat : Al-hawi lil Fatawi : 1/11]